Minggu, 20 Agustus 2017

Jadilah Pemain Di Negerinya



Saat turung  kerja di lapangan  bersama orang tuaku. untuk Kerja fisik, angkat pagar keliling kampung. foto Dock/KM
Oleh: Maii Muyapa

Benarkha! Selalu terjadi pada area pertaruan pertandingan dalam kedua regu, sedang berlangsunkan disitu musti terjadi bahwa “Penonton lebih pintar dari pada pemain”. Sebetulnya adalah pemain mereka main sesuai dengan kemampuan mereka itu sendiri.

Makaitu, jadilah pribadi yang gagah dalam pemain. Karena, ada dasar katanya yang menyatakan mencoba lalu gagal itu luar biasa. Tapi gagal mencoba adalah tolol, dan intimidasi.

Sangat bangga dan selalu menyukai melihat dalam prestasian orang lain atau menonton kelebihan orang sukses. Tetapi, kelebihan dan prestasi yang dimiliki dan diraih dalam kompetensi tertentu oleh pribadinya kurang percaya. Berarti, ternyata kurang percaya diri. Seolah-olahnya pribadi kita belum mempunyai akal budi atau kemampuannya.

Oleh sebab itu, percaya diri lebih duluh dengan apa yang anda miliki baik itu kelebihan, kemampuan dan bakatnya sebelum orang lain mempercayai anda. Maka wibawa dan harga diri menjadi terjual pada sesame manusia.

Kita turung lapangan merebut kekuasaan ketidak netralitas menjadi netralkan dan saya kerja dan saya berkarya diatas negerinya itu bukan karena nepotisme dan egoism tetapi saya kerja bukan karena wibawa dan harga diri keluarga tetapi saya kerja karena  demi perubahan daerah, dan demi kepentingan bersama sesame manusia. 

Pelaku menjadi bergosip kekurang dan ketidakmampuan orang lain. Tetapi, yang telah melekat pada diri pribadi dari kekurangan dan kelemahan telah di abaikan atau menutupi diri. Maka, karakter seperti itu adalah belum tahu tapi pura-pura pintar, sama persis dengan pepatah kata Kuno “tong Kosong Bunyi nyaring. 

Simpulkan dengan topic diatas bahwa muda-mudi papua kita bukan penonton kepada pemain mudi-mudi pendatang itu. Tetapi mari kita sebagai Tuan tanah leluhur negerinya maka harus berkarya diatas Negerinya sendiri dengan ijinkan kearifan kita. 

Jikalau kita ciptakan budaya penonton, Dia bilang kebebasan. Lalu kebebasan itu kapan akan hadir kalau anak putra negerinya lipat tangan dan diam.

Jadi dengan landasan optimis kekuatan mahasiswa bersama kearifan Tuhan berkolar kreatif dalam segala aspek agar anak papua di pandang oleh pihak lain mereka orang papua juga hebat dan mampu membebaskan negerinya sendiri melalui karya-karya kita.

Salom Revolusi

Kamis, 29 Juni 2017

Maii jadi Maii itu Identik



Foto: Ilutrasi tangan menunjukan disanalah habitatku broooo/KCCM
Oleh: Maii Muyapa 


Jika mendengarkan dan melihat nama Maii terus!  Sangat  di bosangkan kepada pengdengar bakan hingga pembaca tapi penulis tidak membosang dengan nama ini. Karena, kedua sang orang tua memberikan nama kepada seseorang laki-laki ini telah menamai dia yaitu Maii. 


Begitupun, dimana Makluk ciptaan Tuhan itu ada disitu memang sudah ada masing-masing memiliki Nama, baik itu manusia maupun flora dan fauna, semesta yang ada diatas permukan bumi. 


Nama Adalah bukan hal biasa tetapi jati diri, identitas yang tidak terlepas oleh individual maupun kelompok makluk hidup bakan makluk tak hidup.  


Dan juga, tanpa Nama semesta yang ada diatas permukan bumi tetap akan salah menyalahgunakan, tidak sesuai dengan identik yang benar dan tepat. Hanya karena adanya nama sehingga manusia bisa membedakan dan dibedakan, ini bangsa ini, suku ini, dan asal usul ini,  dia orang. Jelas adanya nama sudah ada juga sebuah Kepastian dalam kehidupan manusia itu sendiri. 


Kini, sangat perpatokan pada penulisan ini dengan ada nama sehingga sayapun bisa merasa dan mengetahui bahwa maii jadi maii tanpa sadar tidak sadar telah melekatnya pada pribadi sendiri.


Na, Sekarang ini hakekatnya dari pengarang adalah saya asal usulnya dari kampung, kampung disana geografisnya teritori “Piyayita”  berarti berangkaian gunung-gunung, lembah ke lembah daerah yang penuh misterius kekayaan alam pun berlimpah-limpah salah satunya adalah kandungan Emas murni. 


Panorama begitu elok mendunia, ketika  tiba musim kemarai irama merdu burung cendrawasih setia menghibur saya, akupun menyakin suara burung berkicau-kicau akan menggumuli sejuta impian  yang mengenal.  


Terdengar dan terlihat semua kesan manis potensial alamku habitatnya disana membuat diriku menjadi monumen pohon damal artinya Pohon lilin atau pohon lampu potensi alam disana. Akupun terbawa oleh pukulan emas, letakan sayap cendrawasih hanya member insprasi dan impianku;


“Burung cendrawasih terbang di udara yang jauhpun tetap akan teringgap kembali pada saranya. 


“Pesawat di udara terbang berpindah-pinda satu kota ke kota lainpun dia harus mendadak dimana  kota yang ada lapangan terbang.


“Layang-layang terbang udara terbawah oleh angin sepoi di jauhpun talinya sedang di pengan oleh Manusia. 


“Manusia keluar dari rumah, jalan di jauhpun dia tetap akan kembali ke rumahnya sendiri. 


“Ikan-ikan di laut lompat ke sana kesini melihat senja pagi tiba, jika bernafas insang  ikan tetap akan tenggelam  dalam airnya. 


“Maii adalah anak Kampung Piyayita yang sedang merantau di tanah orang lain suatu saat nanti Maii tetap akan kembali dengan penuh harapan habitatku yaitu Negeriku disana lembah uwodege alienya Piyayita. 


Tulisan ini, menjadi saatnya tiba maii akan kembali ke orang di kampung halaman untuk sapa senyum dan tawa bersama sang orang tuaku.


Penulis tulis dengan sadar logikanya karena identitas pribadi dan kampung halaman adalah Mama kita sebab Segala harkat dan martabat yang sudah mewarisi oleh Nenek moyang adalah hak paten dimiliki, hak untuk mengatur alih waris Garis Keturungnya oleh garis Keturunanya sendiri. Selamat  penantian orang tuaku bersama alamku disana. 


Koyaoo!

Penulis: Coba-coba Menulis.   

Karena Pintar Musti Dia Telah Belajar


dock: Pribadi, Gaii Yumai


Oleh: Gaii Yumai 

Dimana! Kita telah menemui orang pintar dalam profesia apapun. karena Musti bahwa orang pintar tersebut itu telah belajar banyak dalam bidang yang gelutinya sehingga oraan itu menjadi pintar dan berbakat. 

Na, Sekarang  yang menjadi pertanyaannya adalah apa ka? Orang pintar atau punya berbakat itu dia sudah belajar atau hanya tanpa belajarpun begitu menjadi orang bijak dan karismatik.

Saya mengakui diri bahwa dunia ini tanpa proses belajar sesuatu yang hengdak impian tak mungkin akan terjadi dalam rancangan impian dan harapan masa depan kita.

Oleh sebab itu, Mari ciptakan gaya berpikir tindakan harus optimis belajar. Dengan belajar kita bisa tahu sesuatu hal yang sebelumnya kita tidak tahu. Dengan belajar kita pasti pintar dan kita pasti bisa apa yang kita telah belajar itu. 

Berdasarkan itu, tinggalkan kemalasan, kebosanan, pesimis, primitive dalam meraih harapan masa depan kita. Tetapi bangkit-bangkit dalam gerakan proses belajar itu jika kita menjadi seseorang bisa mengatakan seorang pandai.  

Selain itu, mau jadi Seorang  guru yang  jujur dan pandai maka berniat tinggi untuk belajar sebelum mengajarkan muridnya agar muridnya lebih pintar dari padanya guru. 

Seorang pelajar yang mau menjadi guru harus belajar dari awal lalu memulai belajar, jangan belajar dari di atas sebab belajar dari atas bisa saja manusia bisa pusing. Lalu dapatkan sebanyak  Ilmu pengetahuan bertanya banyak kepada sesama manusia.

Menjadi sukses itu bukan suatu kewajiban yang menjadi wajibkan semua orang tetapi mau menjadi sukses bagi siapa yang benar-benar belajar yag giat focus konsisten dalam komitmen belajar itulah dia meraih kesuksesannya.

Penulis: Calon Mahasiswa Baru Universitas Cendrawasih, Fakultas Keguruan.
Jayapura (28/06/2017



Hidup Itu Bukan Nihil


Foto: Pribadi Abeth Nego Yunai


Oleh: Abeth Nego Yumaibo

Sengaja mengambil topik ini, sejauh ini secara pribadi atau kelompok proses menjalani hidup seperti kebetulan dan spontan. Pada hal, Tuhan menciptakan manusia itu bukan kebetulan tetapi ada makna special yang telah takdirkan bersamaan dengan Manusia.

Sehingga Manusia adalah makluk yang layak mengolah semesta yang ada di permukaan bumi bakan selain itu menatakan tatanan kehidupan personil hingga kelompoknya, Pandangan manusiawi muda mengatakan “Walaupun aku hidup tapi bukan maknanya hanya nihil”.

Setiap insang manusia pentingnya menyediakan tempat sampah sebelumnya berkehidupan di lingkungan tempat tinggal kami, kantor, sekolah, maupun dimana tempat anda berada. Apa ka betul atau tidak? “Hidup tanpa tempat sampah hakekatnya nihil.

Sangat betul. Alasanya sediahkan tempat sampah pada tempatnya. Jika sampah itu membuang sembarang bukan pada tempat maka ulah manusia tersebut bisa mengakitbatkan musibah luapan air, erosi, longcor dan menghirup napas manusia bisa meracuni karena bauh sampahnya.

Jika kenakalan kita segera buang pada di tempatnya. Lalu dibakar agar hasil bakaran bisa daul ulang menjadi pupuk. Dan pupuk tersebut bisa memupuk pada tanaman pohon tersebut untuk dapat bertumbuh dengan baik.

Karena tanaman akan produksikan buah dengan baik tetapi tanaman di atas tanah giat atau tanah tandus menghasilkan buah dan pertumbuhan pohon tetap akan mati tanamannya dan tidak menghasilkan buah.

Jika, Syarat utama untuk menanam pohon maka sebelum tanam bibit tanaman itu tentunya si penanam itu terlebihnya mempersiapkan bahan bahan serta bibit pohon tersebut itu. Setelah itu, Ia juga bisa membersihkan tempat atau lahan untuk menanam bibit tanaman itu. lalu mencangkur tanah dan menanamnya. Agar pertumbuhan bisa bertumbuh dengan baik.

Sama persis dengan kehidupan manusia jarang kita melakukan hal-hal kecil malas untuk mengerjakan tapi kerjakan hal kecil tuntaskan maka hal besar akan terbawah menuju kesuksesannya.

Belajar dari kegagalan, kelemahan musti ada bekal atau makna dalam perjuangan pribadi menjadi seutunya.

Selamat Membaca!! Penulis: Gaii Yumai