Kamis, 29 Juni 2017

Maii jadi Maii itu Identik



Foto: Ilutrasi tangan menunjukan disanalah habitatku broooo/KCCM
Oleh: Maii Muyapa 


Jika mendengarkan dan melihat nama Maii terus!  Sangat  di bosangkan kepada pengdengar bakan hingga pembaca tapi penulis tidak membosang dengan nama ini. Karena, kedua sang orang tua memberikan nama kepada seseorang laki-laki ini telah menamai dia yaitu Maii. 


Begitupun, dimana Makluk ciptaan Tuhan itu ada disitu memang sudah ada masing-masing memiliki Nama, baik itu manusia maupun flora dan fauna, semesta yang ada diatas permukan bumi. 


Nama Adalah bukan hal biasa tetapi jati diri, identitas yang tidak terlepas oleh individual maupun kelompok makluk hidup bakan makluk tak hidup.  


Dan juga, tanpa Nama semesta yang ada diatas permukan bumi tetap akan salah menyalahgunakan, tidak sesuai dengan identik yang benar dan tepat. Hanya karena adanya nama sehingga manusia bisa membedakan dan dibedakan, ini bangsa ini, suku ini, dan asal usul ini,  dia orang. Jelas adanya nama sudah ada juga sebuah Kepastian dalam kehidupan manusia itu sendiri. 


Kini, sangat perpatokan pada penulisan ini dengan ada nama sehingga sayapun bisa merasa dan mengetahui bahwa maii jadi maii tanpa sadar tidak sadar telah melekatnya pada pribadi sendiri.


Na, Sekarang ini hakekatnya dari pengarang adalah saya asal usulnya dari kampung, kampung disana geografisnya teritori “Piyayita”  berarti berangkaian gunung-gunung, lembah ke lembah daerah yang penuh misterius kekayaan alam pun berlimpah-limpah salah satunya adalah kandungan Emas murni. 


Panorama begitu elok mendunia, ketika  tiba musim kemarai irama merdu burung cendrawasih setia menghibur saya, akupun menyakin suara burung berkicau-kicau akan menggumuli sejuta impian  yang mengenal.  


Terdengar dan terlihat semua kesan manis potensial alamku habitatnya disana membuat diriku menjadi monumen pohon damal artinya Pohon lilin atau pohon lampu potensi alam disana. Akupun terbawa oleh pukulan emas, letakan sayap cendrawasih hanya member insprasi dan impianku;


“Burung cendrawasih terbang di udara yang jauhpun tetap akan teringgap kembali pada saranya. 


“Pesawat di udara terbang berpindah-pinda satu kota ke kota lainpun dia harus mendadak dimana  kota yang ada lapangan terbang.


“Layang-layang terbang udara terbawah oleh angin sepoi di jauhpun talinya sedang di pengan oleh Manusia. 


“Manusia keluar dari rumah, jalan di jauhpun dia tetap akan kembali ke rumahnya sendiri. 


“Ikan-ikan di laut lompat ke sana kesini melihat senja pagi tiba, jika bernafas insang  ikan tetap akan tenggelam  dalam airnya. 


“Maii adalah anak Kampung Piyayita yang sedang merantau di tanah orang lain suatu saat nanti Maii tetap akan kembali dengan penuh harapan habitatku yaitu Negeriku disana lembah uwodege alienya Piyayita. 


Tulisan ini, menjadi saatnya tiba maii akan kembali ke orang di kampung halaman untuk sapa senyum dan tawa bersama sang orang tuaku.


Penulis tulis dengan sadar logikanya karena identitas pribadi dan kampung halaman adalah Mama kita sebab Segala harkat dan martabat yang sudah mewarisi oleh Nenek moyang adalah hak paten dimiliki, hak untuk mengatur alih waris Garis Keturungnya oleh garis Keturunanya sendiri. Selamat  penantian orang tuaku bersama alamku disana. 


Koyaoo!

Penulis: Coba-coba Menulis.   

Karena Pintar Musti Dia Telah Belajar


dock: Pribadi, Gaii Yumai


Oleh: Gaii Yumai 

Dimana! Kita telah menemui orang pintar dalam profesia apapun. karena Musti bahwa orang pintar tersebut itu telah belajar banyak dalam bidang yang gelutinya sehingga oraan itu menjadi pintar dan berbakat. 

Na, Sekarang  yang menjadi pertanyaannya adalah apa ka? Orang pintar atau punya berbakat itu dia sudah belajar atau hanya tanpa belajarpun begitu menjadi orang bijak dan karismatik.

Saya mengakui diri bahwa dunia ini tanpa proses belajar sesuatu yang hengdak impian tak mungkin akan terjadi dalam rancangan impian dan harapan masa depan kita.

Oleh sebab itu, Mari ciptakan gaya berpikir tindakan harus optimis belajar. Dengan belajar kita bisa tahu sesuatu hal yang sebelumnya kita tidak tahu. Dengan belajar kita pasti pintar dan kita pasti bisa apa yang kita telah belajar itu. 

Berdasarkan itu, tinggalkan kemalasan, kebosanan, pesimis, primitive dalam meraih harapan masa depan kita. Tetapi bangkit-bangkit dalam gerakan proses belajar itu jika kita menjadi seseorang bisa mengatakan seorang pandai.  

Selain itu, mau jadi Seorang  guru yang  jujur dan pandai maka berniat tinggi untuk belajar sebelum mengajarkan muridnya agar muridnya lebih pintar dari padanya guru. 

Seorang pelajar yang mau menjadi guru harus belajar dari awal lalu memulai belajar, jangan belajar dari di atas sebab belajar dari atas bisa saja manusia bisa pusing. Lalu dapatkan sebanyak  Ilmu pengetahuan bertanya banyak kepada sesama manusia.

Menjadi sukses itu bukan suatu kewajiban yang menjadi wajibkan semua orang tetapi mau menjadi sukses bagi siapa yang benar-benar belajar yag giat focus konsisten dalam komitmen belajar itulah dia meraih kesuksesannya.

Penulis: Calon Mahasiswa Baru Universitas Cendrawasih, Fakultas Keguruan.
Jayapura (28/06/2017



Hidup Itu Bukan Nihil


Foto: Pribadi Abeth Nego Yunai


Oleh: Abeth Nego Yumaibo

Sengaja mengambil topik ini, sejauh ini secara pribadi atau kelompok proses menjalani hidup seperti kebetulan dan spontan. Pada hal, Tuhan menciptakan manusia itu bukan kebetulan tetapi ada makna special yang telah takdirkan bersamaan dengan Manusia.

Sehingga Manusia adalah makluk yang layak mengolah semesta yang ada di permukaan bumi bakan selain itu menatakan tatanan kehidupan personil hingga kelompoknya, Pandangan manusiawi muda mengatakan “Walaupun aku hidup tapi bukan maknanya hanya nihil”.

Setiap insang manusia pentingnya menyediakan tempat sampah sebelumnya berkehidupan di lingkungan tempat tinggal kami, kantor, sekolah, maupun dimana tempat anda berada. Apa ka betul atau tidak? “Hidup tanpa tempat sampah hakekatnya nihil.

Sangat betul. Alasanya sediahkan tempat sampah pada tempatnya. Jika sampah itu membuang sembarang bukan pada tempat maka ulah manusia tersebut bisa mengakitbatkan musibah luapan air, erosi, longcor dan menghirup napas manusia bisa meracuni karena bauh sampahnya.

Jika kenakalan kita segera buang pada di tempatnya. Lalu dibakar agar hasil bakaran bisa daul ulang menjadi pupuk. Dan pupuk tersebut bisa memupuk pada tanaman pohon tersebut untuk dapat bertumbuh dengan baik.

Karena tanaman akan produksikan buah dengan baik tetapi tanaman di atas tanah giat atau tanah tandus menghasilkan buah dan pertumbuhan pohon tetap akan mati tanamannya dan tidak menghasilkan buah.

Jika, Syarat utama untuk menanam pohon maka sebelum tanam bibit tanaman itu tentunya si penanam itu terlebihnya mempersiapkan bahan bahan serta bibit pohon tersebut itu. Setelah itu, Ia juga bisa membersihkan tempat atau lahan untuk menanam bibit tanaman itu. lalu mencangkur tanah dan menanamnya. Agar pertumbuhan bisa bertumbuh dengan baik.

Sama persis dengan kehidupan manusia jarang kita melakukan hal-hal kecil malas untuk mengerjakan tapi kerjakan hal kecil tuntaskan maka hal besar akan terbawah menuju kesuksesannya.

Belajar dari kegagalan, kelemahan musti ada bekal atau makna dalam perjuangan pribadi menjadi seutunya.

Selamat Membaca!! Penulis: Gaii Yumai  



Selasa, 23 Mei 2017

Perselisihan Antara Prinsip Manusia dan Allah

Foto: Dock Pribadi Maii Muyapa/KM

Oleh : Maii Muyapa


OPINI, KABARMAPEGAA.COM – Sebagai makluk ciptaan Tuhan yang menyebuat Manusia merupakan akar budi pekerti yang telah mendasar dalam dimana beraktivitas baik itu dalam alur berpikir, perasaan, tindakan, secara langsung dan tidak langsung adanya pengertian dan akar budi kita yang Diberi oleh Allah.

Dengan begitu berselisih prinsip manusia jauh berlainan prinsip Allah melalui gaya berpikir, perasaan, tindakan manusia, prinsip itu ada didalam kebiasaan manusia telah milikinya Sehingga sudut pandang manusia sering menjadi kontradiksi dan saling mengalahkan kepada sesama manusia. Tetapi kasih dan setia Allah adalah sumber hidup manusia.

Dalam keluargaan Sering terjadi tentu perselingkuh, bercemburu dan tidak saling menghormati satu sama lain pada sturuktural sebagai rumah tangganya. Berakibatnya muncul konflik dalam kekeluargaan. Dan biasanya hal ini terjadi bukan hanya di dalam tali family tetapi musti terjadi dimana-mana sekumpulan manusia disitu sering terjadinya konfrontansi akibatnya kegosipan dan lain halnya.

Dilihat bijak, hubungan sekumpulan orang dan individual adalah tujuan untuk mendapat saling menghargai diri lalu menghormati kepada sesama manusia. dan memaafkan diri apa bila salah pribadi lalu memaafkan perbuatan salah kepada sesama manusia. Bermulai dari kesalaan kepribadi maupun kelompok untuk menciptakan kehidupan harmonis yang berpujih dan damai. Itulah, prinsip ini menjadi sebuah jalan untuk hidup sehingga kehidupan kita diberkati oleh Prinsip Allah itu sendiri.

Jika iu, Tidak herang manusia berbuat salah...! sangat wajar. Karena Tuhan mengatakan “Setiap manusia yang hidup diatas permukaan bumi musti bahwa tidak berluput dari keselahan atau kesalahpahaman, sehingga musti terjadi konflik atau ulah dosa” jika mendengarkan peristiwa gembira. Tapi apa yang menjadi kesadaran terhadap perbuatannya. Na, hanya satu yaitu sadarkan diri dari perbuatannya. Lalu berikan meminta maaf kepada mereka yang diperbuatkan dosa dan kembali memperbaiki dalam tindakan yang di jebakan pada orangnya.

Selain itu, sangat cenderung dalam kehidupan manusia bahwa nilai manusia tidak dapat dipandang oleh manusia walaupun dia juga sebagai manusia. Ini merupakan prinsip manusia, moralitas yang ejekan terhadap manusia ke manusia lainnya. Sehingga munculnya membeda-bedakan kelas manusia atau latar belakangan manusia tersebut itu menjadi actor utama kebiasaan kita berkehidupan manusia di bumi ini.

Tetapi, bagimana kita sebagai umat Nasrami yang setia berpatut kepada kepercayaan dan keyakinan yang amat turuti kepada ajaran Firman Tuhan. Dan Ia mengatakan “Kepada siapa Tuhan meminta nasehat untuk mendapatkan pengertian, dan siapa yang mengajarkan Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya ia bertindak dengan pengertian” (Yesaya, 40.14) Kutipan ini, Saat Khotba oleh Pdt. Yosias Obaipa, S.Th. minggu, (14/05/2017) Pos PI Maranatha Kotaraja dalam. Jayapura, Papua.

Apakah qada perselisihan prinsip manusia dan Allah?

Prinsip Allah kepada ciptaan-Nya. Ia melihat kepada manusia tidak seseorang pun yang sempurna di atas permukaan bumi yang hidup namanya “Manusia” maka datanglah pada-Ku dan kuduskanlah dalam kemulian Tuhan. Sebab, dalam nama Tuhan Allah yang mampu menyelamatkan umat manusia dan mampu mengatasi segala perkara kehidupan manusia.

Tulisan ini menjadi berkat kita bersama, dan semua pihak yang membacanya amat penting untuk membedakan pengertian Allah dan pengertian manusia sehingga prinsip Allah lebih sempurna dari pada prinsip manusia yang kadang-kadang sesuai kebedaraan, situasi bumi. Oleh seba itu, bertumbuh diri dalam kasih Allah. Dan jadikan setiap keputusan aktivitas hidup manusia seperti prinsip Sang Allah penciptanya. Maka, ada sumber bekal bagi kita.

*) Penulis adalah anak muda Papua
 
Editor: Frans Pigai

TIM Kerja Gelar Raker Ke-III IPPMMAPI Se-Jayapura Periode 2017-2019


Ilustrasi :Logo IPPMMAPI Se-Jayapura.


Jayapura, (KCCM)---Tim Kerja  penyusunan  Program Kerja  Badan Pengurus  Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa/I dan Masyarakat Piyayita (IPPMMAPI) Se-Jayapura periode 2017-2019  telah gelarkan di tempat, Sekretariat IPPMMAPI, Jayapura, Papua.

Kegiatan tersebut telah belansung pada pukul, 12.00 Wit yang hadiri seluruh anggota IPPMMAPI Pembina, penasehat, serta simpatisan pra undangan pada Sabtu, (20/05/2017). Dengan thema: Merakit wadah IPPMMAPI Se-Jayapura, mencetak Kualitas pemimpin piyayita yang handal dan professional di masa depan piyayita. 

Sem Nawipa, menjelaskan,  Raker Ke-III ini merupakan pertama dari mencetak argument untuk memajukan dalam organisasi ini,”Jelasnya. 

“Karena setiap rancangan program kerja masing-masing Komisi penting untuk mengukur, berimbang dan beragam demi wadah IPPMMAPI Menjadi bijaksana,”Kata BP-IPPMMAPI Se-Jayapura.. 

Semtara itu, Pembina Darian Muyapa dalam berjalan proses kegiatan ini penting untuk kehadiran, bertabah, sadar lalu mengerti agar semua akan terlaksan sesuai prosedur organisasi yang ada,”Harapnya. 

Tambah, Senioritas Oktopianus Gobai bahwa tolak ukur dari terterah thema Raker ini adalah awal untuk melangka belajar berorganisasi yang benar dan tepat,”Ujurnya. 

Lanjutnya, Gobai Ikatan IPPMMAPI adalah wadah terbentuk untuk kita orang piyayita yang sedang berbondong-bondong di jayapura yang sedang bertekuni dalam berbagai ilmu pengetahuan,”Bebernya. 

“Sehingga konsistensial oleh kita sebagai Mahasiswa yang niat tanpa batas belajar berorganisasi amatlah tekun dan focus belajar agar kedepan menjadi seorang pemimpin yang ternama,”Pungkiri.

Reporter : Maii Muyapa