Minggu, 11 Oktober 2015

Adil Itu Damai

Alexander Gobai/KCCM
Ketika terjadi perselisihan/pertikaian antara dua kubu hanya karena permasalahan perempuan. Maka, setidaknya, harus ada sebuah tindakan . tindakan yang bersifat dialog.

Mengadakan rapat bersama antara kedua kubu itu. Lalu mencari tahu masalahnya, dan memutuskan masalah sebagai solusi yang tepat antara kedua kubu itu.

Permasalahan perselisihan/pertikaan hanya karena perempuan itu, selalu terjadi di dalam kehidpan sosial. Baik di dalam keluarga, masyarakat suku dan marga.

Perselihan itu bukan berarti sudah menjadi kebiasaan/budaya dalam kehidupan. Namun, terjadi karena adanya situasi yang mencekik ketika ada permasalahan.

Penulis berpikir, jika masalah ini hanya karena perempuan, setikdaknya ada perbicangan terhadap  dua kubu secara keluarga. Menghadirikan kedua kubu itu, lalu sama-sama memecahkan  masalah secara damai.

Terjadi keadilan, ketika masalah itu dibicarakan antara kedua kubu berdasarkan jalur dialog, bukan kekerasan.

Ketika sudah mendapatkan masalah seperti itu, berarti sudah terjadi keadilan dan tentunya akan terjadi kedamaian. 

Perlu kita ketahui, “Adil Itu Damai”. Kutipan ini ditulis dari salah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Prov. Papua, Laurenzus Kadepa, disaat beliau calon dewan rakyat.

Diinginkan tanah Papua harus terjadi kedamaian. Damai untuk orang Papua, damai dalam kekerasaan dan damai untuk masalah HAM di tanah Papua.

Jika, memang sudah terjadi demikian, maka sesama kita, perlu diketahui bahwa Papua harus terjadi keadilan dan damai.

Jika, berbicara mengenai keadilan berarti tidak ada perbedaaan antara satu dengan yang lain. Satukan persatuan dan jadika tanah Papua, tanah damai.

Adil Itu Damai.

Alexander Gobai

Komunitas Coba-Coba Menulis

About Komunitas Coba-Coba Menulis

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :

3 komentar

Write komentar
Daida Mala
AUTHOR
12 Oktober 2015 09.04 delete

Iya benar...Salut dengan apa yang telah di katakan kakanda alex bahwa kita harus melihat masalah dengan banyak cara di antaranya dialog setelah itu baru kita mengambil keputusan terakhir.
Jadi benar kita menyelesaikan pertikaian itu Melalui tahap.

Tingkatkan dengan semangat "adil itu indah"

Reply
avatar
Dion
AUTHOR
12 Oktober 2015 10.36 delete Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
avatar
15 Oktober 2015 14.12 delete

Mantap. Keadilan akan kita dapatkab dan rasakan ketika ada perpecahan masalah besama-sama. Jika, tidak sebagian persen saja masih dirasakan masalah dan keraguan dalam hidup. Saya yakim kita ada pencipta keadilan dalam segalah sisi. Fokus.

Reply
avatar