BTemplates.com

4/recentcomments

Sepucuk Surat Cinta (Bagian Dua)

Sepucuk Surat Cinta/Ist@
Dibayangkannya elok permai
matanya tertuju pada dirinya

tiap waktu, hanya dia yang ada di hatinya.

Langkah demi langkah
dihitung tiap detik
meski berat,
tapi, karena cintanya

mampu menghitungnya.

Kini, disadari oleh dirinya
perjuangannya telah dilewati

sudah cukup rasanya untuk memilikinya.

Waktu, untuk menyampaikan rasa cintanya
menulis sepucuk surat cinta, tertuju pada dirinya
wahai, kau gadis yang kucintai
mendekatinya, lalu menyampai, “I Love You”.

Terbekas luka lamanya,
menilai bahwa dia pria yang dikenal selama 2 tahun lalu
hanya belum tersampai cintanya saja.

Pikiran dan perasaannya
menghiasi sejutah rasa sayang
yang kian terpesona, hingga terbayang
hidup dengannya, akan abadi.

Kini doanya!
Oh, Tuhan anugrah-Mu
sungguh luar bisa
aku terpanggil untuk dirinya
semuanya berasal dari diri-Mu
Amin…!

Alexander Gobai
Senin, (26/10/15)
Port Numbay.
Share on Google Plus

About Komunitas Coba-Coba Menulis

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Services

Facebook

Social Share

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports

Pages

About

4/recentposts

Most Popular