Minggu, 25 Oktober 2015

Sepucuk Surat Cinta (Bagian Dua)

Sepucuk Surat Cinta/Ist@
Dibayangkannya elok permai
matanya tertuju pada dirinya

tiap waktu, hanya dia yang ada di hatinya.

Langkah demi langkah
dihitung tiap detik
meski berat,
tapi, karena cintanya

mampu menghitungnya.

Kini, disadari oleh dirinya
perjuangannya telah dilewati

sudah cukup rasanya untuk memilikinya.

Waktu, untuk menyampaikan rasa cintanya
menulis sepucuk surat cinta, tertuju pada dirinya
wahai, kau gadis yang kucintai
mendekatinya, lalu menyampai, “I Love You”.

Terbekas luka lamanya,
menilai bahwa dia pria yang dikenal selama 2 tahun lalu
hanya belum tersampai cintanya saja.

Pikiran dan perasaannya
menghiasi sejutah rasa sayang
yang kian terpesona, hingga terbayang
hidup dengannya, akan abadi.

Kini doanya!
Oh, Tuhan anugrah-Mu
sungguh luar bisa
aku terpanggil untuk dirinya
semuanya berasal dari diri-Mu
Amin…!

Alexander Gobai
Senin, (26/10/15)
Port Numbay.

Komunitas Coba-Coba Menulis

About Komunitas Coba-Coba Menulis

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :