Minggu, 15 November 2015

Biarkan Aku Kalau Begitu (tidak)

foto :Dok Pribadi/Mai Muyapa,KCM
Oleh: Yosafat Muyapa

Apa salahnya, selama sepanjang hidupku
Jika meminggalkan diriku sendiri
“Bagaikan anak yatim pitu di istana negeri orang.

Walaupun...itu konsisten logika,tulen.
aku mengatakan jangan tinggalkan aku sendiri lagi....tapi apa berbuat
atas kepergiaan motivatorku  guruku dan sang pengetahuanku.

Dan kini sejarah mengukir bukit kopakodagi holandia terbelah dua
Kini saat Situasiku di panikan dan trauma tak seorang pun yang dapat menhiburkan.

Jelas, angin ufuk timur sedang meluap buluh di dadahku dan
Angin produk elektoronik distrik pun demikian.

Jadi itu apa sih... penghibur, menteduan, mensepian, semua ini berarti angin misterius tiupan mulut darimu. Satu satunya.

Aku berdoa sambil berpikir hati.

Maka selain jalan mushtail jalan Tuhan agar melindungi dalam setiap langka demi langka dimana Dia berada di sana.!

Jika itu benar. Maka, Suatu saat nanti kita akan jumpah kembali lagi sebagaiman kita berpisah

Dengan catatan, Engkau telah pergi dariku tetapi suatu saat engkau  kembali nantinya.
Tanpa ada tantangan rintangan dari seluk beluk duniawi. (itu harus)

Saya yakin dan percaya bahwa tujuan kepergiaanmu tetap akan menemukan wajamu, biar pulan cepat.

Lekas luka batin yang tak dapat penyembuhan oleh pengobatan farma kimia, hanya dengan kedatanganmu saja bisa sembuh. (sakit hati)

Gubuk Yamewa, Kopakodagi, Jayapura, Papua.
Minggu Malam, (15/11/15) KCCM/Mai Muyapa.

       

Komunitas Coba-Coba Menulis

About Komunitas Coba-Coba Menulis

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :