Senin, 23 November 2015

Sia-Sia Belakah Hidup Tanpa Bertindak

foto: pribadi yosafat muyapa /KCCM
Oleh :Yosafa Mai Muyapa

(Opini), JAYAPURA, KCCM--Pekerjaan Hari-hari, berminggu-minggu, dan berbulan-bulan jika kita tidak mewarnai dengan sebuah upaya sebagai orang perjuangan salah satunya tulis menulis. 

Dan aktivitas sehari-hari telah memboroskan dengan sebuah tindakan yang tidak menguntungkan bagi kita untuk mengasah otak atau membentuk potensi yang handal dan berprofesional.

Jika kebiasaan itu akan terbawah pada dunia era globalisasi maka di sebut sebagai masa persaingan akan kemana kesiapan persiapan bahan peperangan tidak di menyediahkan untuk menyerang tetap akan raguh dan kalah.

Kita sebagai orang yang berakhlak muliah yang mampu untuk melahirkan, mengamati sesuatu ide atau masalah dan mampu untuk mengambil resiko dalam setiap tindakan.

Sukses melainkan orang yang berani untuk mengambil resiko karena berani untuk mencoba dalam segala tindakan tanpa ada rasa kemunduran dan keraguaan. Maka memiliki sikap seperti itulah yang di sebut sebagai orang sukses.

Aku menyadari karena saat itu telah mendengarkan sebuah  kalimat motivasi yang telah menerima dari salah satu pemateri adalah tuan Alexander Gobai saat progresif  perkenalan anggota baru dan lama IPPMMAPI, dia mengajak kepada seluruh rekan-rekan bahwa kita yang hadir ini jangan perna ada, Di samakan dengan masa-masa kuno dan masa-masa mendatang. Tetapi, masa kini adalah masa bertindak dan bersaing. 

Bukan melalui bersaing atau tunjuhkan fisik ke fisik tapi masa kini adalah masa pengetahuan melawan secara intektual ilmu akan di tunjuk ilmu. Apa lagi perkembangan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) juga selalu saja berubah ubah dalam waktu ke waktu.

Hal itu, sedang menanti di ranah disana tetapi hidup tanpa visi mungkin saja akan merudeskannya segala otoriter dan semangat untuk membekali sesuai dengan impian karan ketidak mengerti dari pada hakikinya hidup.

Sebagai keprihatinan penulis  kehidupan ini jangan membiarkan demi motivasi untuk mencoba karena manusia saat memiliki termotivasi untuk melakukan sesuai dengan kemauan dan keinginan bahwa lakukan dan bertindak terus sampai mengerti dari apa yang kita di harapkanya. 

"Maka tidak akan terjadi tumpan tindis bagaiakan batu sandungan. di  berantara dunia persaingan ini.

Tetapi, malah bagusnya bagi orang perjuangan adalah harus mengambil contah-contoh dari cara orang pintar lalu kitapun  harus melakukan cara yang berbeda dan gaya yang berbeda. Dan jelas orang motivator dan orang pintar adalah jadikan landasan bahan acuan dalam kehidupan sehari-hari untuk bekerja.

Jika kita melihat dengan pemberian Tuhan profesi dengan Cuma-Cuma namun tetapi ada apa yang terjadi di balik itu. Kalau tidak mempulihka dengan sesuai talenta atau sahabat yang telah di berikan itu.

Ketika saya mengajak untuk bertindak satu motivasi dari  salah satu seorang laki-laki atas nama Alexander Gobai mengatakan kepada saya bahwa mulai dari sekarang jangan tinggalkan demi pena. Dan pena adalah membelah diri dan membelah daerah, bangsa, dan negara, dari medan masa bodoh,”Ajaknya.

Lanjutkan lagi, saat kita termotivasi dengan melakukan dan bertindak itu kita harus melakukan dan lakukan tanpa ada rasa minder untuk menoba.

Sesuatu hal yang kita nekat bertindak dan memcoba maka hal itu jadikan pengagan bagi anda untuk  berpengan prinsip sambil mengerti memahami melakukan sampai pada memiliki “itu pengetahuan dan pengetahuan itu menjadi diri pribadi saya” (paten)

Mengapa? Ketika kita melihat dengan kebiasaan dan pekerjan kehidupan sehari-hari pada setiap orang itu harus mempunyai hidup ketergangtungan tak terkecuali. Agar itu penting kita harus mencari Orang yang mampu untuk membina sehingga terjawab harapannya lebih bagus lagi untuk mencari.

Kebiasaan dan pekerjaan berlalu dengan masa tapi masa kini kesempatan untuk bertindak “Itulah sebabnya suatu pertanyaan mutlak yang wajib di jawab kesusai dasar pemikiran kita sambil melangka demi bangkit dan harus mengejarkan menerima seorang perjuangan yang gagah. Maka  itulah sebabnya telah menjawab sesi pertanyaan ini.

Dari penulis jawab pertanyaan di atas adalah Tinggalkan semua rasa bosan, cemas, raguh, dan merasakan ketidak mampuan untuk mencoba belum lagi bertindak. Artinya “(mencoba lalu gagal dari pada gagal untuk mencoba)” pungkiri konklusi tulisan ini..salam 

YOSAFAT MUYAPA/KCCM

Komunitas Coba-Coba Menulis

About Komunitas Coba-Coba Menulis

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :