KOMUNITAS COBA-COBA MENULIS.com

Menulis adalah Senjata yang paling ampuh terobos dunia. maka budayakan menulis menjadi satu fundamental hidup. Belajar Untuk Berkarya

Hut GIDI Ke-53 Th : Dr. Lenius Kogoya, M.Th Khotba, Penginjilan Belum Selesai


Situasi Pemotongan Kue HUT GIDI Ke-53 Th, Foto: Yosafat Mai Muyapa/KCCM
Jayapura, (KCCM)— Hari ini, Jumat, (14/02/2016) Ditempat, Audiotorium Uncen Jayapura, Papua, pada pukul 8.00 pagi, telah Memulai Ibadah HUT Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) hingga usai 12.00 WIT, di hadiri, seluruh Jemaat Klasis Cycloop Sentani dan Klasis Port Numbay. 

Yang menjadi thema: Penginjilan Belum Selesa. Dan sub thema: Melalui Momentum HUT         GIDI Ke-53 Umat GIDI Siap Membawa Obor Keselamatan. (Kis. 1.8)

Dr. Lenius Kogoya, M.Th menyampaikan dasar Firman Tuhan bahwa, penginjilan belum selesai, maka kami umat GIDI adalah tolak ukur  dari kontribusi dan isolasi ke dunia yang belum menerobos akan teroboskan,“Katanya.

Dr. Lenius, mengambil  dasar topik berita Firman Tuhan, tetapi kamu akan menerima kuas, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di yerusalem dan di seluruh Yudea dan samaria dan sampai ujung bumi.” Bacaan terdapat Kis.1:8

Ia, mengajak kepada umat Tuhan yang Yesus kasih adalah pra toko-toko gereja injili di indonesi maka gereja GIDI siap untuk menjadi menerima dan memberi jadi pelaku gereja, “Katanya.

“ketika kembali di ukur dengan orang tua duluh saat pekakabaran injil masuk di daerah papua mereka tidak takut, saat itu tetapi mereka setia menerimanya, sehinga mereka misonaris gereja mengatakan di kabarkan terus dan menerus sampai disana orang belum mengenal gerejanya, agar mengenal lalu merekapun bertobat,”Komitnya.

Berikutnya, Ia, jelaskan tentang injil adalah kekuatang Allah sendiri yang mampu merubahkan manusia berdosa akan bertobat atau orang saleh, dan sementara itu pra toko-toko GIDI membagikan kebenaran Allah sampai umur 53 tahun.”Katanya.

Ia, menyimpulkan melalui Ibadah Perayaan HUT GIDI yang telah hadir 700 orang ini merupakan orang bertobat dan sudah memiliki Yesus karena tanpa Yesus tanpa manusia ludes berpikir kebenaran, “Konkulnya.

“Maka manusia harus bertobat lalu bersama dengan Allah duduk di sebelah kanan Allah Bapak di surga,“Pungkiri.

YOSAFAT MAI MUYAPA/KCCM   
Share on Google Plus

About Komunitas Coba-Coba Menulis

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.