Minggu, 14 Februari 2016

Pengangguran bukan Jalan Ditempat,,

Manado-(KCCM). Keterlambatang hidup manusia bukanlah terlambat dalam segala hal “masa”, melahinkan mungkin penghasa bagi virus ketumpulan hidup, yang mana menjeratkan manusia dalam uban yang tak terluas dalam hidup, oleh  sebabnya karena mungkin ketika orang memandang yang lebih jahu,  pastilah akan duduk ditempat dan mengukur “how far I’ll, go to the point”no run/bukan berlari,  karna bilah dilari meski memang dipandang, namun mungkin saja disekitarnya, tapi bukan seutuhnya, "melihat"

Barangkali kita  jatu bukanlah kita jatu selamanya dan bukanlah Tuhan tak pandang pada diri kita,  Namun’ku tahu bahwa,  Tuhan memberikan kesempatan untuk mengisi semua yang berkurang dalam diri kita, karna mata Tuhan bukanlah sebaya dengan mata manusia” mata Tuhan adalah bagai bulan dan bintang bahkan matahari yang selaluh kian menyinari di waktu siang dan malam (Full time and never off) dalam hidup-nya kita umat mausia, dan mungkin, mata Tuhan adalah “apa yang ada pada diri kita” meski  dimana kita ber-ada tetap ada pada diri kita”,  maka ketika kita jatu, ia slaluh mengangkat ke tempat yang setia bagi kita dan ketika kita tak tahu jalan hidupnya/buntut, ia pun slaluh memberikan ke jalan yang  terbaik dalam hidup kita, maka dengan sesungguhnya hidup kita  slaluh “indah’ pada waktunya.

Kita sebagai manusia kita slaluh "misstake" bahwa, ketika kita tak mengerti dalam  hidup, kadang kelemahan kita kadang dijadikan sebagai senjata  yang slaluh mematikan dirinya dan kita pun jatu dan menyerah dalam sesuatu yang kita kejar, pada hal  itu adalah  hanya  pengujian bahwa , apaka kita bisa/mampu untuk melawan?/tidak!... kiranya kita  musti  banyak belajar  agar kita pun bisa mengerti dan memahami apa  konteks hidup yang sesunggunaya.

Kelemaan kita slaluh dapat menjadi kekuatan  dan kekuatan kita  pun dapat pula menjadi kelemaan dalam hidup,  sebab beribuh para jenius motivator,  slaluh menuliskan “ dimana ada kekuatan disitu ada kelemahan dan dimana ada kelemaan disitu ada kekuatan-nya juga” dan di konkritkan dengan benda, yang sering orang berkata, “dimana ada gula disitu ada kopi dan dimana ada kopi disitu ada gula” maka semuanya adalah slalu ada keeratan yang tak bisa dan tak dapat dipisahkan dalam semua pergumulan hidup kita, baik itu benda bernyawa  maupun benda yang  tak bernyawa,  apalagi kita yang berjiwa social.    

Tak ada hidup yang tekap dalam hidup manusia, namun ber-ombang dan ambing  slaluh melekat dalam hidup selagi ada kehidupan dan pernafasan dalam dunia ini. dan jangan perna kita lupakan bahwa, kendati kita jatu, bimbang dan di sensarahi oleh dunia kegelapan ini, kita pastikan bahwa, “Tuhan itu ada disampingku (Jises beside me anywhere)”

..tak lupa, penulish’ salut bahwa, mungki ada banyak kakurangan kata yang bisa menyinggungkan bagi para pembaca, namun penulish pun mengingatkan bahwa,  bagi anda yang suda membaca hingga di ujung tulisan ini..!  janganlah menkritik namun kirah-Nya  dimakllumih,  agar tiada dendam diantaraNya kita.
Trima kasih.!

Sumber: suarah KES. oleh kadepa ochtav.

Komunitas Coba-Coba Menulis

About Komunitas Coba-Coba Menulis

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :