Sabtu, 04 Juni 2016

SD Namutadi Mati karena Kekurangan Guru

Foto Yosafat Muyapa,Umagi/KM
Opini,(KM)--Saya perna duduk di Sekolah Dasar(SD) itu ,saat itu aktifitas belajar mengajar berjalan dengan baik,apalagi gurunya banyak .Waktu sekolah saya perna bingun,saya perna gugup,saya perna mengalami sakit.saya perna bosan,saya perna malu,saya perna jatuh hati atas kecintaan ilmu,saya perna sedih dan bahagai,saya perna belajar ilmu dasar .tetapi ilmu dasar adalah kekuatan dari ibu bapa guru tetapi saat ini saya sempat dengar bahwa SD Namutadi tidak ternama lagi seperti dulu karena kekurangan guru,apa itu benar ,aduhh ??? Bagaimana dengan adik adik saya nantiNya. ???
Ilmu Fakta
Seorang murid tidak tahu 3M (Membaca,Menulis dan menghitung),tetapi karena adanya guru dan sekolah SD mampu membaca mengitung dan menulis.Hal ini tidak mungkin menjadi mungkin.pertama dan awal mengenal 3M dari SD selanjutnya  membentuk menjadi manusia yang mampu menguasai 3M.Ada sebuah  cerita mengenai SD di pedalaman kampung di Namutadi.secara geografis terletak di Paniai timur diselubungi dengan hiasan alam raya,jika di pandang jatuh  manangis.
Pendidikan di miliki oleh setiap manusia tanpa terkecuali.Tidak ada aturan untuk melarang mendapatkan ilmu di sekolah baik itu pada anak ataupun orang tua muda serta bagi siapa saja. Ilmu bersifat umum yang mampu mengatur manusia kearah yang  lebih baik.Berawal dari itu  karena adanya  harus mendapatkan pendidikan bagi siapa saja,sehingga di kampung Namutadi mendirikan sebuah rumah sekolah untuk belajar mengenai 3M agar masa depan bagi generasi muda setempat menjadi impian besar di hari-hari  mendatang.
kehadiran pendidikan SD di Namutadi membawa terang jiwa dan raga bagi generasi mudah atas didikan dan pendidikan yang didapat dari bapak ibu guru menjadi bekal dasar untuk melanjutkan ke pendidikan yang tinggi.atas kehadirannya juga SD memberi ilmu kepada generasi mudah,dapat mengenal dan dunai global,mampu ,mengetahui ilmu ilmu dasar,mampu membedakan baik dan tidak.mampu menyadarkan diri atas kejahatannya.mampu membuka wawasan dan pola pikir untuk berubah menajadi manusia yang baik.
pentingnya sekolah sehingga salah satu SD YPPK Namutadi Paniai  berdasarkan undang-undang Dasar 1945 sudah sah dan siap belajar bagi siapa saja dan kapan saja.sekolah dasar mengajak mari ikuti dan bergabung belajar bersama agar yang tidak memahami  dapat memahami yang tidak mampu dapat mampu itulah kehadiran SD bagi anak mudah demi  masa depan.bergabunglah belajar dan belajar agar membentuk manusia yang utuh yang di butuhkan banyak orang.
Bagaimana upaya untuk mencetak anak mudah kehidupan bangsa yang berakar muliah.?? Mendidik yang benar seperti mendidik diri sendiri,memupuk dengan baik pada tumbuhan agar tanah subur agar tubuh subur sama hal dengan manusia .
Orang mnengfungsikan sekolah dengan baik,Lebih bangga terhadap bangsa dan negara,diri dan orang tua. trampil kreatif berbudi pekerti yang mampu menyelesaikan permasalahaan di lingkungan maupun persoalan publik. Pendidikan sekolah dasar merupakan pendidikan yang berusia 7 tahun sampai dengan 13 tahun sebagai pendidikan di tingkat dasar yang di kembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. Potensi diri siswa terbentuk karakteristik pelajar dan semua bidang yang di tempuh pelajaran.siswa di tuntut harus kuasai materi yang di berikan dari sekolah dasar.menguasai materi tidak mudah tetapi orang bisa mengatakan mudah,karena sebelumnya mencoba dan mencoba hingga menjadi manusia yang jenius.
Diantara Sekolah Dasar (SD) Yayasan Pendidikan Persekolahan Katholik (YPPK) Namutadi Kabupaten Paniai adalah salah satu sekolah dasar yang ada di daerah terpencil di bagian Paniai utara distrik Bogobaida kab Paniai pemerintah provinsi Papua.Yang Mengukir sejarah yang begitu sulit terjangkau karena jauh dari kota.sejak berdiri sekolah dasar dibagi menjadi  tiga kelas 1 2 dan 3. pada masa yang lalu 1880-an hingga tahun 1889 lalu dia berubah lagi menjadi penambaan kelas 1-6 itu berjalan sampai pada kini. motif terobos kualitas maupun kuantitas murid selalu mencetak tahun demi tahun begitu tetapi dalamnya begitu banyak keluarga yang sering dialami.
Masalah  SD Namutadi
Saat ini pada tenaga mengajar guru kurang efektif.hal ini bukan di sekolah ini saja tetapi rata rata sekolah-sekolah di  Papua,ada apa dan Mengapa bisa terjadi ? Hanya Karena kurang guru guru di sekolah.maka lima 5 tahun tidak aktif mengajar sekolah. Disini banyak siswa yang ingin belajar dan bekejar tetapi tidak ada guru sehigga putus di tengah jalan.maka itu di harapkan bagi yang mengambil tenaga guru harap terselesai dengan cepat supaya dapat mengajarkan dan membagikan ilmu kepada orang yang membutuhkannya.
Salah satunya konflik adalah tenaga mengajar kurang efektif sehingga kemauan dan minat murid siswa SD YPPK Namutadi bersekolah akan menjadi hambat pendidikan. Hal itu dikatakan oleh Yanuarius Kudiai, S.Sos. pada saat berdiskusi terkait SD itu. Terluput, visi dan misi bermekar yayasan pendidikan persekolahan katolik saat itu,ide mereka merupakan suatu prangkat aktif imajinasikan melalui denomenasi gereja katolik agar meningkatkan kualitas mencetak sumber daya manusia demi daerah Suku dan Bangsa-Nya. 
Sekolah dasar itu sangat signif Artinya sekolah dasar itu ibaratnya bahwa jaman butu huruf, sebelum langka dini melangka pendidikan tingkat tinggi seorang didikan perlu ada otentik membentuk sasaran pada taraf pertama melandasi memahami dasar dasar materi atau mengacamkan membaca dan menulis agar menentukan pada karakter pendidikan yang lebih profesional. 
penulis adalah salah satu alumi SD YPPK Namutadi sedang melihat bahwa disana ada banyak keluang-keluang sentisif sehingga dapat belajar berjalan sesuai dengan konsisten KTSP benar dan tepat pada siswa dan guru. Karena persoalan ini guru tanpa siswa dan siswa tanpa guru adalah proses belajar mengajar dan mekanisme sekolah tidak berjalan dengan baik. Untuk itu, beberapa tahun lalu hingga saat ini sekolah terbawah arus masa transisi guru, tetapi ada hanya siswa sehingga yang lebih mengalami masalah pada sasaran siswa atau tunas muda persiapan masa depan. Oleh itu pemerintah daerah perlu ada upaya khusus kepada SD yang ada di plosok-plosok disana. Kemudian itu untuk tenaga mengajar alumi-aluni yang sementara sedang nanggur melamar pekerjaan dalam birokrasi maupun elit politk perlu ada keprihatina diri terhadap apa yang terjadi di sekolah disana sedang krisis tenaga mengajar atau guru onoleher. Kalau memang kita biarkan persolan ini. 
Maka generasi berikut akan hancur dan lebih hambat dibanding dengan siswa-siswa lain. Sehingg diajak kita mengambil sikap sebagai jiwa kader dan jiwa sosial yang bisa mengerti pada konflik ini. Hakiki lagi, himbauhan kepada pemerintah daerah kabupaten paniai dibidangi istansi dinas pendidikan dan pengajaran (P&P) juga harus ada garis koordinasi antara sekolah-sekolah yang ada di daerah-daerah salah satunya di bagian wilayah paniai utara, timur, (Bogobaida Agadide Ekadide) sang anak putra pribumi yang sedang titorial melalu lembaga pendidikan tingkat SD, SMP, SMA, Perguruan tinggi. Lebih sepesifikasi lagi salah satu sekolah dasar yaitu SD YPPK Namutadi. Namun, jika pihak wewenang biarkan begitu padatkan mengalami persoalan dan seolah-olah sekolah-sekolah di plosok ini impian siswa otomat kandas. Lalu apa reaksi nanti? Kalau memang dibungkam untuk tugas dan pasilitasi sebagai sentralisasi dan desentralisasi pemerintah daerah paniai lebih khusus di bidang pendidikan yang kurang memadai dari sisi tenaga mengajar maupun mempasilisasi inventaris sekolah, lebih sasaran gedung sekolah, bahan mengajar, perpustakaan buku, seragam sekolah, dll. 
Demikian tulisan ini di tulis oleh salah satu alumi SD YPPK Namutadi tamat tahun 2007 menulis sesuai dengan melihat fakta lalu dibanding dengan perkembangan sekarang,dan itu menjadi bahan referensi bagi kami untuk acuan bersama semoga gagasan ini mengegas persoalan sekolah menjadi aktif kembali seperti semula.
 Yosafat Mai Muyapa/KM

Komunitas Coba-Coba Menulis

About Komunitas Coba-Coba Menulis

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :