Jumat, 24 Februari 2017

Bisu Air Mata Alam


Foto: Ilustrasi/Maii Muyapa


Oleh : Yosafat Mai Muyapa

kolega apa salaku
Sobat apa dosaku
Sahabat apa kejelekan terhadapmu

Lamanya, Siri berganti senja tiba petang terbenam
Tak terhenti permandian hujan deras

Kenapa ka di sakitiku?

Akulah alam pelindungmu
Akulah alam pemeliharamu
Akulah budimu Dan akulah sumber hidupmu
Alies sang Alam.

Cukuplah…cukuplah
lampau basahi air mataku di tanah perma pesona ini
Walau diriku menyakiti,
biarlah Air mataku berharga bagimu
kebutuhan hidupmu
kesenangan perutmu

tetapi aku hanya tergarap Pencipta
mengasihi dia pengkihanatku
sebab, dia ulah tanpa susila

Aku Hanya  berdoa.
Air mataku merupakan satu-satunya cara bagimana mata alam berbicara ketika bibir tak mampu menjelaskan apa yang membuatku terlukai dan ulahmu ku sangat tersiksai. Namun, itu biarlah mengasihi mereka agar dipulih kembali.

 


Komunitas Coba-Coba Menulis

About Komunitas Coba-Coba Menulis

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :