KOMUNITAS COBA-COBA MENULIS.com

Menulis adalah Senjata yang paling ampuh terobos dunia. maka budayakan menulis menjadi satu fundamental hidup. Belajar Untuk Berkarya

Perspesktif Opini Publik (Khalayak Sosial Kab Paniai Jelang Pilkada)

Foto: Pribadi Yosafat Maii Muyapa

Oleh : Yosafat Maii Muyapa

Semenjak proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Paniai di mulai sejak awal hingga pada akhir-akhir pekan ini, berbagai opini, gagasan, pikiran seseorang tererat dengan nuansa Pilkada menyampaikan opini individual maupun opini kelompok secara langsung atau  tidak langsung mengalirnya begitu deres. Di dalamnya gunakan berbagai metode pola komunikasi politik yang telah membanguan dan mendidik secara bermartabat maupun tidak martabat pada  khalayak sosial  via Sosial Media (Medsos), dan gunakan sumber komunikasi lainya.

Tidak asing juga. Penulis melihat atas faktualisasi yang terjadi pada media sosial (mensos) terhadap pola komunikasi yang di banguan oleh berbagai kalangan tertentu, salah satunya adalah kalangan Mahasiswa dan pra sarjana paniai selama menjelang pilkada berlangsung. Disitulah bermunculnya opini beradu-domba dengan komunikasi  yang tidak efektif dan tidak logika bakan tidak landaskan kode etik komunikasi yang benar sehingga sepihak manapun nyalinya tinggi saling mengalahkan, tidak berdasarkan data dan fakta akurat  juga banyak beredar asumsi abal-abal telah menjadi budaya berkoar-koarnya.  

Tetapi kita sebagai generasi penerus penentu calon-calon pemimpin daerah dan bangsa dapat menyadari bahwa, menurut pakar komunikasi Harorl D. Lasswell, 1960. Mengatakan Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?).

Berdasarkan tertuan oleh gagasan pra ahli komunikasi ajaknya bahwa, komunikasi politik.   Harus dan wajib di lakukan oleh semua pihak enta itu kepentingan kemenangan tertentu tetapi melandaskan hak politik pribadi alies (Kedaulan Rakyat). Walaupun maraknya terjadi tetapi jangan lupa metode komunikasi politik di banguan guna untuk membanguan kelancaran dan pencapaian suatu visi dan misi dalam percepatan proses pembanguan daerah yang berkualitas dan kemajuan, kemakmuran rakyanya di daerahnya. 

Namun, menjadi konkrit persoalan dalam ulasan ini merupakan “Opini publik yang telah di banguan dan telah di publiks berbagai sumber media terutama di mensos itukan opini politik yang melahirkan dari hati nurani kita demi mempengaruhui kepada komunikan sesuai dengan misi agenda pembangauan daerah sehingga komunikator harus pahami secara bijak atas opini yang di sampaikan itu. Apaka benar atau salah?  Atas opini yang sedang banguan tersebut itu. (frediksi diri)

Jika anda menjadi komunikator politik  adalah pelaku utama dalam mobilisasi massa artinya menyampaiakan pendapat kepada pendengar dengan bahasa yang tepat dan benar.  Karena anda adalah pelaku dalam propogandator jelang dalam kondisi pilkada itu berjalan. Tetapi komunikator politik mensosialisasikan di khalayak sosial dengan bahasa yang  tidak berdominasi pada  jujur, bijak, cerdas dalam menyampaikan segala argumentasi kepada penerima pesan maka Pembohan itu tetap akan membohomi dirinya sendiri maupun mengakibatkan keharmonisa dalam hubungan sesama masyarakat paniai bakan sampai serasi menjaling keakrabatan tentu akan hancur dalam tali persahabatan sejati. Sehingga  perlu mengurangi plagiat biografi orang lain tidak sesuai dengan sebetul-betulnya.   

Maka itu, pada khalayak sosial menerima sikap politik anda (Mahasiswa atau Sarjana) mendidik dan membina sosial secara tidak logika yang akibatnya melencen wibawa orang lain, bakan pula atas sikap penyampaian belum akurat dalam intonasian. Maka moralitas orang tersebut itu di katerokan logika nistagmus  dalam tuturan Opinions.
Metode penyampaian komunikasi yang telah terlansir melalui mulut sarjana maupun mahasiswa terhadap masyarakat  yang menduga, atau mencurigakan tanpa bukti dan fakta. Itu merupakan sebuah hambatan komunikasi yang telah didik menjadi prilaku sendiri dan  itu merupakan nota benah diri pribadi yang selama ini terbentuk menjadi karakter anda sehingga suatu kelak anda menjadi seorang pemimpin maka rasa baik dan buruknya atas karakter komunikasi  di panggung politik publik tentu terbawah karakter (menipu) sehingga pasti akan membawa di lapangan kerjapun inpelementasikan visi dan misi sesuai dengan (tipu dan menipu).  

Adil Adalah Reformasi Paniai

Meninjauh dari busana komunikasi yang selama ini di gunakan oleh pra elit politik (penhambat pembanguan daerah) mendidik rakyat adalah komunikasi berkategori mewah atau manis di dengar rasa di pahit. Dan juga komunikasi sedang gunakan dengan sodok-menyodok (moneter), begitupun dengan menjanjikan jabatan terhormat sistim (nepotisme). Jika menyuburkan di negeri wissel meren dengan orientasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) maka kemajuan dan kesejatrahaan rakyat pasti akan mogok dalam penyelenggarah proses pembanguan daerah.  

Walaupun itu, tetapi ternyata masyarakat paniai pandai melewati proses itu secara intelektual, komitmen dan mufakat bersama semesta Alam Raya Paniai bersama seluruh elemen rakyat paniai di komando oleh Sang Maha Pencipta. Begitu maraknya, Telah deklarasikan pesta demokrasi (Pilkada) paniai secara adil, bebas, umum, langsung, dan damai (LUBER) di motori oleh pihak Independisi Komisioner Provinsi Papua. 

Tugas yang muliah. Komunikasi lugas yang di motori oleh lembaga indepensi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua sehingga asas dasar keadilan dan kejujuran sesuai dengan norma-norma konstitusi lembaga penyelenggarah maka atas konstribusi proses tahapan demi tahapan Pilkada paniai berjalan aman dan lancar hingga titik akhir dari pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Bupati dan Wakil Bupati Paniai) telah menentukan dan telah melahirkan seorang pemimpin baru sesuai inisiatif nurani rakyat paniai. 

Untuk itu, menentuan oleh Rakyat Paniai adalah menentukan dasar hukum yang kuat dan final. Bersasarkan Kedaulatan Republik Indonesi yang melekat bahwa Kedaulatan Negara ada di tangan Rakyat. Maka Rakyat paniai telah memilih sesuai nurani dan hak suara adalah Pemimpin baru di Kabupaten Paniai dengan wahana semboyang adalah (PANIAI UNTUK SEMUA ORANG) 

Saya, Pimpinan Mahasiswa Jayapura Kabupaten Paniai Salut bangga! Seluruh rakyat paniai yang sudah partisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Buapti  Kabupaten Paniai yang telah mengerti tentang Pesta demokrasi yang dewasa dan bermartabat. Sampai memilih pemimpin baru dengan tepat dan benar. Tanpa keributan dan bermasalah. 

Hidup itu adalah Belajar Untuk  berkarya.
 
Share on Google Plus

About Komunitas Coba-Coba Menulis

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.