KOMUNITAS COBA-COBA MENULIS.com

Menulis adalah Senjata yang paling ampuh terobos dunia. maka budayakan menulis menjadi satu fundamental hidup. Belajar Untuk Berkarya

Takdir Pencipta dan Fenomena Perbuatan Manusia

Foto: Dock Pribadi Maii Muyapa/KCCM

Oleh: Yosafat Maii Muyapa 


 (Diampuni dan mengampuni salah dan dosa adalah Solusi hidup Keselamatan)


Berdasarkan hubungan antara Takdir Allah dan perbuatan Manusia. Allah telah takdir bahwa manusia bebas dalam perbuatanya dan Allah telah takdirkan setiap manusia harus berbuat baik dan benar. Tetapi Allah tidak perna takdir bahwa manusia melakukan yang jahat. 


Untuk itu, setiap perbuatan manusia seperti buruk atau jahat datang bersumber dari kelakuan dan tingkah laku manusia yang menghadirkan bukan dari pihak iblis berkedok menggodah. Awal mula mendatangkan pikiran buruk dan baik karena manusia sendiri.  dengan ulah manusia sendiri yang dapat menciptakan berpikir jahat berbuat yang jahat. Kejahatan melahirkan iblis dan iblis bisa persuasif terhadap hal-hal yang negatif sehingga muda merusak tatanan kehidupan manusia. Namun manusia dapat realisasi kebenaran, kejujuran dan kedamaian dan berani menolak segala asumsi negatif, perbuatan kejahatan, maka manusia memuliahkan atas Takdir Allah itu sendiri. 


Memuliahkan Tuhan tidak hanya tercipta ketika pujian dan persembahan yang naik di ajang-ajang ibarah (gereja) saja melahingkan tetapi manusia memuliahkan Allah ketika manusia melakukan hal-hal yang kehendak-Nya yakni singkirkan roh jahat. Dan benamkan, mengimani dalam hubungan kita sesama manusia mendasari roh Allah sebagai sumber kebenaran, kejujuran, keadilan, ketulusan, kemurahan dan merendakan diri dan kedamaian dalam individual maupun kelompok.  


Perbuatan merupakan sesuatu yang kerjakan (dilakukan), perbuatan juga adalah bagian dari kata kerja. Sebab makna perbuatan itu ketika realistis berarti disana manusia telah diperbuatnya. Sehingga perbuatan tidak hanya terlahir sendiri tanpa dikerjakan oleh manusia tetapi perbuatan terlahir ketika manusia telah atau sedang dikerjakan pada hal tertentu. 


Adalah perbuatan itu sendiri mampu menciptakan berbagai sudut pandang yang telah melekat  pada manusia. Namun, kita tidak dapat menjelaskan secara detail tetapi ditinjau dari perbuatan baik dan salah secara umum. Ini adalah beberapa kelainan fenomena katalisme perbuatan erat dengan topik diatas; (1), Buat adalah kerjakan lakukan. (2), buat-buatan adalah tidak seperti sebenarnya (Palsu). (3), berbuat adalah mengerjakan (melakukan) sesuatu yang baik kepada sesama manusia. (4), membuat adalah menciptakan (menjadikan menghasilkan). dan lainya. 


Ketika di pahami untuk menbedakan beberapa pokok dimaksud ini, maka secara langsung dan tidak langsun pasti kita pahaminya. Yang telah diperbuat, sedang berbuat dan akan dibuat. Itulah artinya bahwa, setiap perbuatan kita enta apa kerjakan besar atau pekerjaan kecil dilakukan mendasar kemauan dan keinginan pribadi kita masing-masing.


Sebelum berbuat benar dan salah, setiap keputusan kembali kepada pekerja untuk pertimbangkan biarpun  pekerjaan bentuk perintah dan pekerjaan bentuk kerelahan kita dapat mengerti akan pokok dari tindakan dan perbuatanya. tetapi pekerjaan perintah adalah diajak (desak) untuk lakukan oleh orang lain. Sementara yang pekerjaan kerelahan adalah timbulkan kemauan untuk kerjakan secara bersediah dengan ikhlas hati.


Sementara yang dibuat-buat adalah sekelompok orang atau individual orang yang dilakukan tujuan tertentu kepada sesama manusia bertujuan buruk. Kemungkinan mereka bisa lakukan oleh pribadi orang dan bisa juga diajak sesama yang lain seperti bekerja sama guna mencapai target tujuan tersebut itu. buat-buat itu terjadi ketika orang berbuat kepada manusia dengan mengunakan berbagai cara kelicihkan yang hendak dilakukannya. 


Manusia mempunyai nalar yang tulen. Sehingga, manusia cedas ciptakan berpikir logis kemudian berbuat baik atas tiap perbuatan diri pribadi masing-masing. Mengapa? Manusia harus berpikir secara baik dan efektif. Karena manusialah yang mampu membedakan berbuat  baik atau salah, dan rasanya enak atau rasa pahit. Itulah kelebihan manusia yang Tuhan telah takdir-Nya. Maka, manusia ibaratnya tapisan yang mampu tapiskan diantara pikiran positif dan pikiran negatif.


Oleh sebab, manusia perlu menyadari akan tingkah laku kita. sebab di ujung perbuatan manusia disitu adalah tingkah-laku kita. jadi manusia lakukan hal yang benar atau salah kita bisa evaluasi di ujung sepangkal hasil perbuatan karena perbuatan itu adalah sikap dan karakter kita pribadi. 


Caranya, koreksi diri adalah satu karunia Tuhan diberikan pada manusia. Karena manusia mampu membedakan atas segala tindakan kita sehingga apa bila tindakan kesalahan segera memperbaikinya tetapi kalau tindakan baik haruslah tingkatkan dan memupuk terus dan kembangkan dalam hidup dan kehidupannya. 


Penulis adalah bukan orang saleh melahingkan telah di alami atas hal dimaksud sehingga dalam penulisan ini menjadi sebuah tontonan fundamental kita yang masih ada melekat sikap atau kebiasaan baik dan buruk guna membongkar dan memperbaik atas segala perbuatan kita agar kedepan menjadi orang yang lebih dan cerdas dalam perbuatan kita masing-masing. 



Jayapura, 14 Agustus 2018


Penulis: Salah satu penghuni di Istana tanah leluhurnya di papua.    
        

Share on Google Plus

About Komunitas Coba-Coba Menulis

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.